Selasa, 20 November 2012

satwa langka indonesia

Satwa Indonesia yang Telah Punah

Adakah satwa Indonesia yang telah punah?. Jawabannya pasti ada. Bahkan saya sedikitnya menemukan 6 (enam) spesies hewan (satwa) yang telah dinyatakan punah. Keenam binatang tersebut adalah Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), Harimau Bali (Panthera tigris balica), Verhoeven’s Giant Tree Rat (Papagomys theodorverhoeveni), Tikus Hidung Panjang Flores (Paulamys naso), Kuau Bergaris Ganda (Argusianus bipunctatus), dan Tikus Gua Flores (Spelaeomys florensis).
Keenam hewan ini telah dinyatakan punah. Meskipun untuk Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), masih banyak ahli dan peneliti (utamanya dari Indonesia) yang meyakini hewan ini masih ada. Berikut satwa Indonesia yang telah dinyatakan punah oleh The International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Mungkin sobat Alamendah mempunyai data yang lain silahkan berbagi dengan saya.

Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica)

Harimau Jawa atau Java Tiger (Panthera tigris sondaica) adalah jenis harimau yang hidup di pulau Jawa. Harimau ini dinyatakan punah pada tahun 1980-an, akibat perburuan dan perkembangan lahan pertanian yang mengurangi habitat binatang ini secara drastis. Walaupun begitu, ada juga kemungkinan kepunahan ini terjadi di sekitar tahun 1950-an ketika diperkirakan hanya tinggal 25 ekor jenis harimau ini di habitatnya. Terakhir kali ada sinyalemen keberadaan Harimau Jawa ialah di tahun 1972. Di tahun 1979, ada tanda-tanda bahwa tinggal 3 ekor harimau hidup di pulau Jawa. Walaupun begitu, ada kemungkinan kecil binatang ini belum punah. Di tahun 1990-an ada beberapa laporan tentang keberadaan hewan ini, walaupun hal ini tidak bisa diverifikasi.
Harimau Jawa berukuran kecil dibandingkan jenis-jenis harimau lain. Harimau jantan mempunyai berat 100-141 kg dan panjangnya kira-kira 2.43 meter. Betina berbobot lebih ringan, yaitu 75-115 kg dan sedikit lebih pendek dari jenis jantan.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mamalia. Ordo: Carnivora. Famili: Felidae. Genus: Panthera. Spesies: Panthera tigris. Upaspesies: Panthera tigris sondaica. Nama trinomial: Panthera tigris sondaica. (Temminck, 1844)

Harimau Bali (Panthera tigris balica)

Harima Bali atau Bali Tiger (Panthera tigris balica) adalah subspesies harimau yang sudah punah yang dapat ditemui di pulau Bali, Indonesia. Harimau ini adalah salah satu dari tiga sub-spesies harimau di Indonesia bersama dengan harimau Jawa (juga telah punah) dan Harimau Sumatera (spesies terancam)
Harimau BaliHarimau ini adalah harimau terkecil dari tiga sub-spesies. Harimau terakhir diyakini ditembak pada tahun 1925, dan sub-species ini dinyatakan punah pada tanggal 27 September 1937. Karena besar pulau yang kecil, hutan yang terbatas, populasi yang tidak pernah lebih besar dan dianggap tidak ada yang selamat hingga hari ini.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mamalia. Ordo: Carnivora. Famili: Felidae. Genus: Panthera. Spesies: Panthera tigris. Upaspesies: Panthera tigris balica. Nama trinomial: Panthera tigris balica. (Schwarz, 1912).

Kuau Bergaris Ganda  (Argusianus bipunctatus)

Double-banded Argus atau Kuau Bergaris Ganda (Argusianus bipunctatus) adalah satwa sejenis unggas yang dipercaya pernah hidup di Indonesia (Jawa dan Sumatera) dan Malaysia. Satwa bergenus sama yang masih ada hingga sekarang adalah Kuau Raja (Argusianus argus). Kuau Bergaris Ganda tidak pernah ditemukan di alam, deskripsinya didasarkan pada sejumlah bulu yang dikirim ke London dan dipertelakan pada tahun 1871. IUCN memasukkannya dalam status punah.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Aves. Order: Galliformes.
Famili: Phasianidae. Genus: Argusianus. Spesies: Argusianus bipunctatus

Verhoeven’s Giant Tree Rat (Papagomys theodorverhoeveni)

Verhoeven’s Giant Tree Rat (Papagomys theodorverhoeveni) adalah satwa dari famili (suku) tikus-tikusan (Muridae) yang pernah hidup di Pulau Flores, Indonesia. Binatang ini dinyatakan punah oleh IUCN pada tahun 1996. Namun para ahli meyakini satwa ini telah punah sekitar 1500 SM. Spesies ini hanya dikenal dari beberapa subfossil fragmen-fragmen yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia.
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mammalia. Subkelas: Eutheria. Ordo: Rodentia. Famili: Muridae. Subfamili: Murinae. Genus: Papagomys. Spesies: Papagomy theodorverhoeveni. Nama Binomial: Papagomys theodorverhoeveni (Musser, 1981)

Tikus Hidung Panjang Flores (Paulamys naso)

Seperti halnya Papagomy theodorverhoeveni, Tikus Hidung Oanjang Flores atau Flores Long-nosed Rat (Paulamys naso), satwa dari famili tikus-tikusan ini hanya dikenal dari beberapa subfossil fragmen-fragmen yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mamalia. Infrakelas: Eutheria. Order: Rodentia. Keluarga: Muridae. Subfamili: Murinae. Genus: Paulamys. Spesies: Paulamys naso (Musser, 1986).

Tikus Gua Flores (Spelaeomys florensis)

Seperti halnya Papagomy theodorverhoeveni, Tikus Gua Flores atau Flores Cave Rat (Spelaeomys florensis) satwa dari famili tikus-tikusan ini hanya dikenal dari beberapa subfossil fragmen-fragmen yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mamalia. Infrakelas: Eutheria. Order: Rodentia. Keluarga: Muridae. Subfamili: Murinae. Genus: Spelaeomys. Spesies: Spelaeomys florensis (Hooijer, 1957).
Akankah daftar satwa Indonesia yang telah punah ini akan bertambah panjang?. Sedikit kepedulian dari kita semua sepertinya sangat diperlukan.
Referensi:
  • id.wikipedia.org
  • en.wikipedia.org
  • www.iucnredlist.org
Gambar: en.wikipedia.org

hewan-hewan langka indonesia

Gambar Hewan-hewan Langka

Gambar hewan-hewan langka di Indonesia ini saya lengkapi  dengan link menuju artikel yang memberikan penjelasan selengkapnya. Gambar-gambar berikut merupakan gambar hewan langka yang mempunyai status keterancaman tertinggi (Critically Endangered) di Indonesia sebagaimana ditetapkan IUCN Redlist.
Silahkan klik gambar binatang untuk melihat gambar hewan lebih besar. Sedangkan jiuka ingin melihat diskripsi dan penjelasan lengkap serta gambar lainnya dari binatang tersebut silakan klik tautan yang tersedia.
Berikut gambar-gambar hewan langka di Indonesia dengan status keterancaman tertinggi:
Gambar-gambar hewan langka di Indonesia yang Alamendah sampaikan ini bukanlah daftar lengkap. Masih terdapat beberapa binatang langka lainnya termasuk yang berstatus di bawah Critically Endangered. Untuk melihatnya silakan mengklik tautan pada artikel berjudul Daftar Binatang Langka Indonesia atau Daftar Hewan (Burung) Langka dan Terancam Punah. Sedangkan untuk daftar tumbuhan langka bisa dilihat di Tanaman (Tumbuhan) Langka Indonesia yang Terancam Punah.
Semoga dengan mengenal (minimal gambar) hewan ini dapat menumbuhkan rasa cinta yang mendorong aksi pelestarian hewan-hewan langka tersebut. Semoga.



Sungai-sungai Terpanjang di Indonesia

Sungai-sungai terpanjang di Indonesia ini merupakan daftar 7 sungai yang paling panjang yang terdapat di Indonesia. Tiga sungai diantaranya terdapat di pulau Kalimantan, dua sungai di Sumatera, dan masing-masing satu sungai di Papua dan Jawa.
Ke-7 sungai terpanjang di Indonesia ini dilengkapi dengan penjelasan singkat untuk lebih mengenal diskripsi masing-masing sungai. Dan langsung saja inilah 7 sungai paling panjang di Indonesia.
Sungai Kapuas atau Sungai Batang Lawai merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang total 1.143 km. Sungai ini terdapat di provinsi Kalimantan Barat. Sungai Kapuas mempunyai hulu di Pegunungan Muller dan mulut sungainya (muara) terdapat di selat Karimata dengan melintasi kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Melawi, Sintang, Sekadau, Sanggau, Landak, Kubu Raya, hingga membelah kota Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat.
  • Sungai Mahakam (Kalimantan)
Sungai Mahakam menjadi susngai terpanjang kedua di Indonesia dengan panjang total 920 km. Sungai yang terdapat di Kalimantan Timur dan bermuara di Selat Karimata ini melintasi Kabupaten Kutai Barat dan Kutai Kartanegara. Bahkan sungai Kapuas juga melintasi dan membelah Kota Samarinda, ibu kota provinsi Kalimantan Timur. Sungai ini pula menjadi habitat salah satu ikan yang sekaligus mamalia air tawar paling langka yakni Pesut Mahakam. Pada aliran sungai Mahakam juga terdapat Danau Cascade Mahakam.
  • Sungai Barito (Kalimantan)
Sungai Barito atau Sungai Dusun, Sungai Banjar Besar, atau Sungai Banjarmasin dan terkadang disebut juga sebagai Sungai Banjar dan Sungai China. Merupakan sungai terpanjang ketiga di Indonesia dengan panjang mencapai 900 km. Sungai Barito berhulu di Pegunungan Muller dan bermuara di Laut Jawa dengan melintasi provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
  • Sungai (Batang) Hari (Sumatera)
Sungai Hari atau Batang Hari merupakan sungai terpanjang di pulau Sumatera dengan panjang mencapai 800 km. Sungai Batanghari berhulu di Pegunungan Bukit Barisan dan bermuara di Selat Berhala, Jambi. Sungai Batanghari melintasi provinsi Sumatera Barat dan Jambi yang meliputi Kabupaten Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, Bungo, Tebo, Batang Hari, kota Jambi, Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Timur.
Sungai Musi dan Jembatan Ampera
Sungai Musi dan Jembatan Ampera. Gambar: commons.wikimedia.org
Sungai Musi disebut juga sebagai Batanghari Sembilan (yang berarti: sembilan sungai besar). Panjang sungai Musi mencapai 750 km yang membelah provinsi Sumatera Selatan dari timur ke barat termasuk membelah kota Palembang, ibu kota Sumatera Selatan. Bagian hulu (sumber air) Sungai Musi berada di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu dan bermuara di Laut Bangka.
  • Sungai Mamberamo (Papua)
Sungai Mamberamo merupakan sungai terpanjang di Papua dengan panjang sungai mencapai 670 km. Terletak di kabupaten Sarmi disebelah selatan Pegunungan Foja dan bermuara di Tanjung D’Urville di pesisir utara Pulau Papua yang berbatasan dengan samudera Pasifik. Sungai Mamberamo mempunyai berbagai lembah yang kaya akan keanekaragam hayati dan menjadi tempat mukim berbagai suku terasing sehingga dijuluki ‘Amazonnya Papua’.
  • Sungai Bengawan Solo (Jawa)
Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa dengan panjang mencapai 548 km. Hulu Bengawan Solo terdapat di daerah Pegunungan Kidul di Wonogiri, Jawa Tengah dan bermuara di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Daerah yang dilewati sungai ini di antaranya Kabupaten Wonogiri, Pacitan, Sukoharjo, Klaten, Surakarta, Sragen, Ngawi, Blora, Magetan, Madiun, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik.
Sedikit catatan untuk panjang masing-masing sungai dari ke-7 sungai terpanjang tersebut mungkin masih menjadi perdebatan dan perbedaan. Ini dimungkinkan lantaran tidak adanya data valid tentang panjang masing-masing sungai. Atau bisa jadi saya yang tidak mengetahuinya.
Sebagai bangsa Indonesia sudah selayaknya kita bangga dengan kekayaan alam kita yang salah satunya adalah dikaruniai ratusan sungai yang terdapat di seluruh penjuru Indonesia. Berbangga tentunya diikuti oleh dua hal; pertama musti mengenal terlebih dahulu, dan kedua, siap untuk menjaga dan melestarikannya. Dengan demikian, sungai-sungai terpanjang ini akan tetap memberikan berkah pada seluruh rakyat Indonesia, bukan bencana.
  • Dari berbagai sumber tertulis dan elektronik.
  • Gambar: commons.wikimedia.org

Flora dan Fauna Asli dan Endemik Ungaran Jawa Tengah

Flora dan fauna asli Gunung Ungaran apa saja?. Itulah inti pertanyaan seorang pembaca Blog Alamendah. Beliau, blogger yang juga seorang ayah, dihadapkan dengan tugas Sang Anak tentang daftar tumbuhan dan hewan asli Gunung Ungaran, Jawa Tengah.
Selengkapnya permintaannya adalah begini, “mas alam. mau minta tolong nih. apa tanaman dan hewan asli gunung ungaran? ini sebenarnya pertanyaan anak saya. tapi saya cari2 di internet kok gak nemu2. cepetan ya… (sorry.. mintanya agak memaksa). dijawab via email juga tidak apa2. trims sebelumnya. Salam Lestari Alam Indonesiaku.” Jadi kemudian terciptalah artikel tentang flora dan fauna asli Gunung Ungaran ini.
Spesies Asli dan Endemik. Sebelumnya kita perhatikan dulu pengertian flora dan fauna asli serta perbedaannya dengan flora dan fauna endemik. Spesies asli (Native Species) adalah spesies-spesies yang menjadi penduduk suatu wilayah atau ekosistem secara alami tanpa campur tangan manusia. Sedangkan spesies endemik merupakan gejala alami sebuah biota untuk menjadi unik pada suatu wilayah geografi tertentu. Sebuah spesies bisa disebut endemik jika spesies tersebut merupakan spesies asli yang hanya bisa ditemukan di sebuah tempat tertentu dan tidak ditemukan di wilayah lain. Wilayah di sini dapat berupa pulau, negara, atau zona tertentu.
Dari sini dapat disederhakan bahwa flora dan fauna asli Gunung Ungaran adalah tumbuhan-tumbuhan dan hewan-hewan yang secara alami, tanpa campur tangan manusia, mendiami dan hidup di wilayah Gunung Ungaran. Gunung Ungaran sendiri merupakan salah satu gunung berapi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dengan ketinggian 2.050 meter dpl.
Flora dan Fauna Endemik Gunung Ungaran. Untuk spesies tumbuhan dan hewan endemik gunung Ungaran, hanya hidup di wilayah gunung Ungaran, yang saya ketahui hanya satu. Ialah Kodok Pohon Ungaran (Philautus jacobsoni). Kodok ini termasuk salah satu kodok paling langka dan terancam punah di Indonesia.
Flora dan Fauna Asli Gunung Ungaran. Daftar hewan dan tumbuhan asli gunung Ungaran ini terutama saya dasarkan pada ekosistem di Cagar Alam Gebugan yang terdapat di kecamatan Bergas, Semarang, dengan keanekaragaman hayati (terutama hewan dan tumbuhan) yang dipunyainya. Data ini kemudian saya cross ceck dengan beberapa referensi lainnya. Akhirnya inilah daftar beberapa fauna (hewan) asli gunung Ungaran yang diantaranya adalah:
  • Burung Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)
  • Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus); tidak pernah ditemukan lagi.
  • Kijang (Muntiacus muntjak)
    Kijang
    Kijang
  • Babi Hutan (Sus scrofa)
  • Trenggiling (Manis javanica)
    Trenggiling
    Trenggiling
  • Luwak (Paradoxurus hermaphroditus)
  • Alap-alap Capung (Microhierax fringillarius)
  • Raja Udang Meninting (Alcedo meninting)
  • Burung Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster)
    Cucak Kutilang
    Cucak Kutilang
  • Ayam Hutan Merah (Gallus gallus)
  • Ayam Hutan Hijau (Gallus varius)
  • Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides)
Bondol Jawa
Burung Bondol Jawa
Beberapa flora (tumbuhan) yang merupakan spesies asli gunung Ungaran diantaranya adalah:
  • Jamuju (Dacrycarpus imbricatus)
  • Sarangan (Castanopsis argentea)
  • Waru Gunung (Hibiscus macrophyllus)
  • Kantil (Michelia alba)
    Kantil
    Bunga kantil (cempaka putih)
  • Rengas (Gluta renghas)
  • Cemplonan (Drymaria cordata)
Itulah beberapa tumbuhan dan hewan asli gunung Ungaran yang dapat saya kemukakan. Semoga artikel ini dapat membantu sobat penanya. Dan bagi cerdik cendekia lainnya, jika terdapat yang kurang tepat dapat memberikan pencerahan dan koreksi.
Referensi dan gambar:

BIMBEL KRC: SOAL UJI KOMPETENSI GURU

BIMBEL KRC: SOAL UJI KOMPETENSI GURU: Rekan-rekan guru yang akan menempuh UKG, silakan download soal-soal UKG di bawah ini: Guru SD Semoga bermanfaat. Amin Tolong tinggalkan p...